SELAMAT DATANG.....

Selamat datang buat para pengunjung yang mampir di dalam blog ini.. Jangan lupa isi polling untuk mem'vote tujuan Anda... :-)

Apa tujuan Anda mampir kemari ?

Sabtu, 05 Mei 2012

Dengan Hikmah Memperingati Tahun Baru Islam Kita tingkatkan Iman dan amal Saleh



Alhamdulillah, wasyukurillah ;

Asyhadu allaailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadarosulullah ;

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa’ala ali sayyidina Muhammad.

Qolallahu fil Qur’anil kariim.

( Ta’awud dan basmalah )

( Shodaqollahal ‘adzim )

Artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

( Al-Qur’an Surat Al-Hasyr ayat 18 )


Hadirin wal hadirat yang dimulyakan Allah !

Dewan Juri yang bijaksana !

Sebagai hamba Allah yang beriman, marilah Kita senantiasa memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan kepada Kita, bertemu dengan tahun baru Islam 1429 H.

Sholawat dan salam, mari Kita sampaikan kepada junjungan Kita, Nabi Muhammad saw beserta keluarganya, para sahabat dan pengikut Beliau yang setia, dengan ucapan :

"allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad, wa'ala aali sayyidina muhammad"


Hadirin hadirat Rohimakumullah !

Dewan Juri yang berbahagia !


Berdasarkan ayat yang telah Saya bacakan pada pembukaan tadi, judul pidato Saya adalah “DENGAN HIKMAH PERINGATAN TAHUN BARU ISLAM 1429 H, KITA TINGKATKAN IMAN DAN AMAL SHALEH ”.


Hadirin dan Dewan Juri yang saya hormati !

Pergantian waktu tanpa terasa, hari berganti hari, Minggu dating, bulan pun berlalu. Kemarin Kita masih berada pada tahun 2007, kini Kita telah berada di tahun 2008. Kemarin Kita masih berada pada tahun 1428 H, kini Kita telah berada di tahun 1429 H. Seiring dengan pergantian tahun baru, pada kesempatan ini, marilah Kita ambil suatu pelajaran dan hikmahnya.


Pada setiap pergantian tahun, sudah tentu jumlah angkanya bertambah, namun pada hakikatnya adalah semakin berkurang jatah usia Kita, berkurang masa hidup Kita.

Jatah usia dan masa hidup Kita telah ditentukan dan telah ditetapkan oleh Allah SWT. Sementara kehidupan yang Kita jalani, Kita sering disibukkan dengan berbagai kegiatan yang bertujuan hanya untuk mendapatkan isi perut, berlomba-lomba mendapatkan kekayaan, pangkat, dan jabatan. Sehingga sering Kita lupa untuk mendekatkan diri dan beribadah kepada Allah SWT. Bahkan Kita tidak sadar bahwa setelah kehidupan di dunia ini, pasti akan berjumpa dengan kehidupan selanjutnya di akhirat yang terpisah oleh kematian. Sebagaimana yang telah difirmankan Allah dalam Quran Surat Ali Imran ayat 185 :

( Ta’awud dan basmalah )


Artinya :

“ Setiap makhluk yang hidup, pasti akan mengalami kematian “


Hadirin dan Dewan Juri yang saya hormati !

Kemarin Kita masih dapat berkumpul dengan orang tua Kita, saudara Kita, kawan Kita dan tetangga Kita, berbagi suka dan duka, namun kini mereka satu persatu telah dipanggil Allah SWT dan tak pernah akan kembali ke dunia yang fana ini.


Kemarin Kita ikut melayat, ikut dan menyaksikan orang tua Kita, saudara Kita, kawan Kita dan tetangga Kita dimandikan, dikafani serta mengantar ke tempat peristiratan terakhir, ingatkah semua itu ? Kapankah giliran Kita ? Dan yang lebih penting lagi, Siapkah Kita untuk manghadapai kematian itu ?


Hadirin hadirat Rohimakumullah !

Dewan Juri yang berbahagia !


Oleh karena itu, marilah perbanyak amal sholeh. Bagi mereka yang diberi amanat harta yang berlimpah, beramal dengan hartanya, perbanyak shodaqoh jariahnya ;

Bagi mereka yang tidak diberi amanat harta yang berlimpah, beramal dengan tenaganya dan dengan budi pekerti yang luhur ;

Bagi mereka yang memiliki ilmu yang banyak, beramal dengan ilmunya, sampaikan dengan arief dan bijaksana ;

Bagi mereka yang kurang ilmunya, beramal dengan memperbanyak belajar, belajar dan berguru kepada yang benar-benar guru agar menjadi anak yang sholeh dan sholehah.


Karena ketiga amalan tersebut, yaitu shodaqoh jariah, ilmu yamg bermanfaat, dan memiliki anak yang sholeh dan sholehah,

menjadi amalan Kita yang terus mengalir ;

menjadi amalan Kita yang tidak terputus ;

sehingga menjadi aset amalan Kita, walaupun Kita telah mati, dan badan Kita telah berkalang tanah.

Sabda Rosulullah saw, yang artinya :

“ Apabila mati anak cucu Adam, maka terputuslah segala amalnya, kecuali ada 3 perkara, yaitu:

1.      Shodaqoh Jariyah ;

2.      Ilmu yang bermanfaat ;

3.      Doa anak yang sholeh, yang mendoakan kedua orang tuanya.”


Hadirin dan Dewan Juri yang saya hormati !

Selanjutnya kejadian dan peristiwa di negeri ini untuk dapat mengambil Pelajaran dan hikmah pergantian tahun baru.

Negara dan bangsa Indonesia yang Kita cintai mengalami serangkaian peristiwa/ kejadian yang terus bermunculan silih berganti, mulai dari krisis ekonomi dan krisis moral yang berkepanjangan, terjadinya kemarau panjang, kebakaran hutan yang menyebabkab Negara Kita disebut pengekspor asap, gunung meletus, badai, gelombang tsunami, Lumpur Lapindo, cuaca buruk yang menyebabkan jatuhnya pesawat, kapal laut tenggelam dan masih banyak yang lainnya lagi.


Peristiwa/ kejadian ini apakah merupakan musibah atau peringatan atau hukuman dari Allah SWT, atau sebagai ulah tangan-tangan manusia yang tak puas dengan harta yang telah dimilikinya. Mari Kita perhatikan firman Allah SWT dam Surat Ar-Rum ayat 41.

( Ta’awud dan basmalah )


Artinya :

“ Telah nampak kerusakan di daratan dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allha merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ( ke jalan yang benar ).”


Hadirin hadirat Rohimakumullah !

Dewan Juri yang berbahagia !

Berdasarkan ayat tersebut di atas sangatlah jelas bahwa peristiwa/ kejadian atau musibah itu sengaja didatangkan oleh Allah SWT sebagai hasil dari apa yang telah diperbuat oleh manusia. Tujuannya adalah untuk memberikan pelajaran kepada manusia agar manusia segera kembali ke jalan yang benar.


Untuk itu, Hadirin dan Dewan Juri yang saya hormati, sudah saatnya Kita melakukan introspeksi diri atau mengadakan perhitungan kepada diri Kita sendiri pada setiap hari yang sudah Kita lalui :


Apakah Kita banyak melakukan kesalahan dan dosa, baik kepada diri, manusia maupun kepada Allah ? atau sebaliknya ?

Apakah perbuatan yang baik dan bermanfaat baik bagi diri, keluarga, dan masyarakat yang banyak Kita lakukan ? atau sebaliknya ?

Apakah perbuatan melanggar hukum, maksiat dan munkarat yang banyak Kita lakukan ? atau sebaliknya ?


Bapak, Ibu, Saudara, dan teman seperjuangan yang hadir pada saat ini, sesungguhnya hakim yang paling adil untuk menghakimi Kita adalah bukan orang lain tetapi Diri Kita sendiri dan Allah STW.


Oleh karena itu, marilah Kita segera meminta ampun kepada Allah SWT. Kemudian tak cukup hanya meminta ampun, karena harus disertai dengan suatu upaya menghindari berbagai kesalahan dan dosa yang telah Kita lakukan, menjauhi perbuatan yang melanggar hukum, maksiat dan munkarat.

Setelah itu, marilah Kita perbanyak perbuatan yang baik dan bermanfaat baik bagi diri Kita, keluarga, dan masyarakat. Semoga Allah menjadikan Kita orang yang Taqwa.


Hadirin dan Dewan Juri yang saya hormati !

Sebagai penutup, pidato ini Saya simpulkan bahwa pelajaran dan hikmahnya, seiring dengan pergantian tahun baru adalah :

1.   Tahun Baru 1429 H, Kita jadikan sebagai alat untuk mengevaluasi diri ;

2.   Tahun Baru 1429 H, Kita jadikan sebagai alat untuk Introspeksi diri.

Demikianlah pidato Saya yang singkat ini, semoga bermanfaat bagi Kita semua. Terima kasih atas perhatian Dewan Juri dan hadirin, mohon maaf atas segala kekurangan.



Ushiikum wanafsii bittaqwallah

Assalamu’alaikum Warohmatullahi

Wabarokatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar