Hari Valentine (Valentine's Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah
hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan
cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya
Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin
ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak dikaitkan dengan
cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep semacam
ini diciptakan.
Sejarah Hari Valentine
Perayaan Kesuburan bulan Februari
Menghubungkan pertengahan bulan
Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh
kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan
Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa
Zeus dan Hera.
Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.
Hari Raya Gereja
Menurut Ensiklopedi Katolik
(Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga
martir atau santo (orang suci) yang berbeda:
• seorang pastur di Roma
• seorang uskup Interamna (modern Terni)
• seorang martir di provinsi Romawi Africa.
• seorang pastur di Roma
• seorang uskup Interamna (modern Terni)
• seorang martir di provinsi Romawi Africa.
Koneksi antara ketiga martir ini
dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun
496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai
martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya
peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan
hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15
Februari.
Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.
Hari raya ini dihapus dari kalender
gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk
menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis
legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.
Valentinius
Guru ilmu Agnostisisme yang
berpengaruh Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam
ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta
Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep... dalam agama
Kristen yang umum. Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya
tentang Valentinius mengenai hal ini: "Selain sakramen permandian,
penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga
secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil
"penebusan dosa" (apolytrosis) dan "tempat
pelaminan"..." [1].
Era abad pertengahan
Catatan pertama dihubungkannya hari
raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris
dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 Februari adalah hari ketika burung
mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan
Inggris pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di
cerita Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung) bahwa
For this was sent on Seynt
Valentyne's day ("Untuk inilah dikirim pada hari Santo Valentinus")
When every foul cometh there to
choose his mate ("Saat semua burung datang ke sana untuk memilih
pasangannya")
Pada zaman itu bagi para pencinta
sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasangan
mereka "Valentine" mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari
abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di
London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus
diciptakan pada zaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:
• Sore hari
sebelum santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati membela keyakinan
agamanya), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada
sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu".
• Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo
• Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo
Valentinus secara rahasia membantu
menikahkan mereka.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.
Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.
Demikianlah sekilas mengenai sejarah
hari valentine yang menunjukkan sama sekali bukan ajaran islam, apalagi sesuatu
yang pernah diajarkankan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Dia hanyalah merupakan campuran tradisi romawi kuno dengan agama nashrani yang
sesat. Mudah-mudah kita dan para pemuda kita dijauhkan oleh Allah dari hal
maksiat dan syirik seperti ini.
Wallahu a'lam bis-shawab (wikipedia)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar