Yang Saya hormati Pengurus PHBI Kecamatan Singkep, Dewan Juri, Bapa/ Ibu/ Saudara yang Saya hormati, serta rekan-rekan seperjuangan yang Saya banggakan.
Marilah
Kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah Subhanallahu Wata’ala. Karena
sampai saat ini, Kita masih diberikan nikmat islam, nikmat iman, dan nikmat
kesehatan. Sehingga kita masih dapat berkumpul pada malam hari ini dalam acara
Memperingati Nuzulul Qur’an yang diisi dengan Kegiatan Lomba Antar TPA
se-Kecamatan Singkep. Selanjutnya, Kita sampaikan pula, salawat dan salam
kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam. Karena berkat perjuangan
Beliau, Kita terlepas dari zaman jahiliyah menuju zaman yang menjunjung tinggi
hak azasi manusia. Dengan ucapan :
( Allahumma Shalli ‘ala sayidina Muhammad
wa’ala ali sayidina Muhammad )
Bapak Ibu
undangan yang saya hormati !
Pada kesempatan
ini, izinkanlah Saya menyampaikan pidato dengan judul “Nuzulul Qur’an“.
Saya
akan memulai pidato ini dengan membacakan surat
Al-‘Alaq ayat 1 - 5.
(
Baca Ta’awud dan Basmalah dulu )
Artinya :
“ Bacalah dengan
(menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan ; Dia telah menciptakan manusia dari
segumpal darah ; Bacalah dan Tuhanmulah yang paling Pemurah ; Yang mengajarkan
(manusia) dengan perantaraan kalam ; Dia mengajarkan kepada manusia apa yang
tidak diketahuinya.”
Rekan
seperjuangan yang saya banggakan !
Berdasarkan
wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, yang telah saya bacakan
di atas, Ada
tiga hal pokok yang mutlak dalam kehidupan manusia.
Pertama mengenai
Akidah
Di awal ayat
tersebut, Nabi Muhammad saw, diperintahkan untuk membaca dengan menyebut nama
Sang Pencipta, Allah SWT, dengan kalimat “Bismi Rabbika”, yang artinya menyebut
nama Tuhanmu. Hal ini mengandung pengertian bahwa setiap memulai sesuatu yang
baik atau suatu pekerjaan, haruslah menyebut nama Ilahi rabbi, yaitu Allah SWT.
Sehingga hasil yang akan Kita peroleh,
mudah-mudahan mendapat berkah dan membawa manfaat baik bagi diri kita sendiri
maupun bagi orang lain.
Dewan Juri,
Hadirin yang Saya hormati dan Rekan seperjuangan yang saya banggakan !
Hal pokok yang
mutlak dalam kehidupan manusia yang kedua adalah Mu’amalah
( Baca Ta’awud
dan Basmalah dulu )
“Alladzii
‘allama bilqolam”
Hal ini
menyatakan bahwa Allah SWT mengajarkan kepada manusia dengan perantaraan kalam
(pena), yang merupakan simbol ilmu pengetahuan. Selain itu, mengandung makna
bahwa ilmu pengetahuan menjadi alat yang penting bagi kehidupan manusia. Tapi
diingat:
“Penuntut ilmu
harus menghormati gurunya, karena hal itu akan menimbulkan keberkahan pada
ilmunya. Apabila ia meremehkan gurunya maka keberkahan pada ilmunya akan
hilang.
Dewan Juri dan
Hadirin yang Saya hormati,
Hal pokok yang
mutlak dalam kehidupan manusia yang ketiga mengenai Akhlak
( Baca Ta’awud
dan Basmalah dulu )
“Kholaqol
insaana min a’laq”
yang artinya Dia
(Allah) telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Kita tahu bahwa darah
merupakan sesuatu yang kotor, rendah dan menjijikan, tetapi setelah tercipta
menjadi wujud manusia, manusia itu pulalah yang menjadi makhluk yang tinggi dan
mulia.
Dengan
memperhatikan asa usul kejadian manusia, hendaklah dapat mengambil hikmah dan
pelajaran agar Kita tidak bersikap sombong, angkuh, tinggi hati, atau takabur.
Seandainya semua orang menyadari kerendahan asal usul kejadiannya, Saya yakin
semua orang akan memiliki sifat yang rendah hati dan bersikap tawadhu. Dengan
sendirinya menghilangkan sifat-sifat yang tercela. Sehingga manusia menjadi
makhluk yang tinggi dan mulia.
Hadirin yang
Saya hormati dan Rekan-rekan seperjuangan yang saya banggakan !
Dengan hikmah
memperingati Nuzulul Qur’an, marilah Kita memahami Tiga Hal pokok yang mutlak
dalam kehidupan manusia yang terkandung dalam Surat Al-‘Alaq. Pada kesempatan
ini, Saya mengajak kepada semua yang hadir malam ini, untuk merenungkan hadits
Rosulullah saw, yang artinya :
“Kalau kamu
menghendaki kehidupan orang-orang yang beruntung, Kematian orang-orang yang
mati syahid, Selamat pada hari perkumpulan di padang mahsyar, Keteduhan hari yang panas di
akhirat, Petunjuk dari kesesatan, maka langgengkan membaca Al-Qur’an. Karena
sesungguhnya Al-Qur’an itu Kalam Tuhan Yang Pengasih, Benteng pelindung dari
syetan, dan menambah timbangan amal kebajikan.”
Akhirnya, Saya
mohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila dalam penyampaian pidato ini, ada
kata-kata yang tidak berkenan di hati Bapak Ibu Saudara hadirin dan rekan-rekan
.
Demikianlah
pidato Saya yang singkat ini, atas perhatian Dewan Juri dan hadirin semua
diucapkan terima kasih.
Wabillahi
Taufik Wal Hidayah Wassalamu’alaikum
Warohmatullahi Wabarokatuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar