Bagaimana phenomena makhluk luar
angkasa jika ditinjau dari Al-Qur’an?
Harus diketahui bahwa Yang
menciptakan manusia dari tidak ada dan membentuknya dan meniupkan padanya dari
ruh-Nya, dan mengokohkan ciptaan alam semesta ini termasuk keajaiban yang ada
didalamnya, adalah juga Maha Kuasa untuk menciptakan luar angkasa dan
makhluknya, Al-Qur’an telah menunjukkan adanya makhluk-makhluk yang tidak
diketahui oleh manusia dimasa kenabian, demikian juga Al-Qur’an menunjukkan
peran dari penemuan ilmiyah, dan bahwa setiap berita akan ada waktu
kemunculannya, Allah Azza wa Jalla berfirman:
(وَالْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً وَيَخْلُقُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ ) (النحل:8)
Artinya: (dan dia telah
menciptakan kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan
(menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak
mengetahuinya.) [QS An-Nahl: 8].
Ayat diatas mengisyaratkan bahwa ada
beberapa makhluk yang diciptakan oleh Allah Ta'aala dari jenis hewan yang kita
tidak mengetahuinya, ini karena Allah Ta'aala menyambungkan makhluk tersebut
dengan kuda, bagal dan keledai yang merupakan jenis hewan.
Dan disebutkan di dalam Al-Qur’an
beberapa ayat lainnya yang sepertinya mengisyaratkan adanya binatang di langit
dan bumi, diantaranya firman Allah Ta’alaa:
(وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِن دَابَّةٍ وَهُوَ عَلَى جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَاء قَدِيرٌ) (الشورى:29)
Artinya: (di antara
tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang
melata yang Dia sebarkan pada keduanya. dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan
semuanya apabila dikehendaki-Nya) [QS Asy-Syuura: 29].
Sebagian ulama mengatakan bahwa
lafaz daabbah (makhluk melata)menunjukkan bahwa itu makhluk-makhluk
selain malaikat karena Allah Azza wa Jalla membedakan antara makhluk
yang melata dengan malaikat dalam menyebutkannya dalam firman-Nya:
(وَلِلّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مِن دَآبَّةٍ وَالْمَلآئِكَةُ وَهُمْ لاَ يَسْتَكْبِرُونَ) (النحل:49)
Artinya: (dan kepada Allah
sajalah bersujud segala makhluk melata yang berada di langit dan semua makhluk
yang melata di bumi dan (juga) Para ma]aikat, sedang mereka (malaikat) tidak
menyombongkan diri) [QS An-Nahl: 49).
Allah Ta’alaa menyebutkan
dalam ayat diatas makhluk-makhluk melata di langit dan makhluk melata di bumi
kemudian baru menyebutkan para malaikat.
Dengan ayat-ayat seperti ini sebagian ulama
menyebutkan bahwa tidak ada salahnya ini menjadi isyarat atas wujudnya
alam-alam lain, akan tetapi sepatutnya kita tidak memastikan hal ini, karena
ayat-ayat seperti ini bisa mengandung kemungkinan lebih dari satu pentakwilan.(Fatwa
dari Syeikh Abdullah Al-Faqih hadidzohullah Ta'alaa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar