ﺍﻠﺤﻤﺪ
ﻠﻠﻪ ﺍﻠﺬﯼ ﺍﻨﻌﻤﻨﺎ ﺑﻨﻌﻤﺔ ﺍﻻﻴﻤﺎﻦ ﻭﺍﻻﺳﻼﻡ . ﻭﺍﻠﺼﻼﺓ ﻭﺍﻠﺳﻼﻢ ﻋﻠﯽ ﻤﺤﻤﺪ ﺧﻴﺮﺍﻻﻨﺎﻢ ﺻﻼﺓ ﻭﺴﻼﻤﺎ.
ﺪﺍﺌﻤﻴﻦ ﻤﺘﻼﺯ ﻤﻴﻦ ﻓﯽ ﺪﺍ ﺮﺍﻠﺴﻼﻡ ﺍﻤﺎﺑﻌﺩ
Dengan ketulusan hati kita tundukkan fikiran kita,
marilah kita bersyukur atas limpahan nikmat dan karunia Allah yang tidak
terhingga. Tak lupa pula, shalawat serta salam kita hadiahkan kepada nabi
junjungan kita, Nabi Muhammad SAW dengan mengucapkan : Allahumma Shholli ‘ala
sayyidina muhammad, wa’ala aali sayyidina muhammad.
Selanjutnya marilah kita berusaha meningkatkan
ketaqwaan kita kepada Allah SWT sehingga kita kelak pada saat kita meninggalkan
dunia yang fana ini, pergi dengan membawa keyakinan yang benar.
Teman-teman yang berbahagia !
Allah menjadikan manusia sebagai makhluk yang
paling sempurna, yang paling baik, dengan berbagai kelebihan dibandingkan
dengan makhluk yang lainnya. Allah berfirman :
ﻭﺍﻟﺗﻴﻦﻮﺍﻟﺰﻴﺗﻮﻦ۞
ﻮﻄﻮﺮﺴﻴﻧﻴﻦ۞
ﻮﻫﺬﺍ
ﺍﻟﺑﻟﺪﺍﻻﻣﻴﻦ۞ ﻟﻘﺪ ﺨﻟﻘﻧﺎ ﺍﻻﻧﺴﺎﻦ ﻓﯽ ﺍﺣﺴﻦ ﺗﻘﻭﻴﻢ۞ ﺛﻢ ﺮﺪﺪﻧﻪ ﺍﺴﻓﻝ ﺴﺎﻓﻠﻴﻦ۞ ﺍﻻﺍﻠﺬﻴﻦ
ﺍﻣﻧﻮﺍ ﻮﻋﻣﻠﻮﺍ ﺍﻠﺻﻠﺤﺕ ﻓﻠﻬﻢ ﺍﺠﺭﻏﻴﺭ ﻣﻤﻨﻮﻦ۞ ﻓﻤﺎ ﻴﻜﺬ ﺒﻚ ﺒﻌﺪ ﺒﺎﻟﺪﻴﻦ
۞ ﺍﻟﻴﺲﺍﷲ ﺒﺎﺣﻜﻢ ﺍﻟﺣﻜﻤﻴﻦ۞
Artinya :
“Demi (buah) Tin dan (buah) zaitun, dan demi bukit
sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman, sesungguhnya kami telah menciptakan
manusia dalam berntuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke
tempat yang serendah-rendahnya (Neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal sholeh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya
keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah hakim yang seadil-adilnya?” (QS. At-Tin, 95 : 1-8)
Kelebihan manusia dibanding dengan makhluk
lainnya, selain rupa dan bentukknya, tetapi juga pada kemampuan untuk berfikir.
Karena manusia dibaekali kemampuan berfikir inilah, maka banyak sekali ayat
Al-qur’an yang menghimbau manusia untuk menggunakan akal pikirannya dalam
membaca fenomena alam semesta yang menjadi tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.
Akan tetapi, sebagaimana disebutkan dalam QS.
At-tin tersebut, meskipun manusia pada dasarnya dijadikan sebagai makhluk
terbaik, ia diberi peringatan keras dan ancaman akan kemungkinan kejatuhan
derjatnya sampai pada tingkat terendah. Dengan demikian kita memahamibahwa
melalui surat tersebut, Allah memberikan pujian sekaligus ancaman kepada
manusia.
Firman Allah tersebut, patut kita jadikan motivasi
bagi diri kita untuk melihat diri kita sendiri sebagai manusia. Kita harus bisa
melihat apakah kita sudah menjadi orang yang beriman yang mmengerjakan amal
saleh, sehingga kita bisa tetap dalam kondisi makhluk terbaik? Ataukah kita
justru menjadi makhluk yang sebaliknya?
Teman-teman yang saya cintai!
Hidup kita tidak akan berarti apa-apa jika tidak
diisi dengan keimanan dan amal saleh. Banyak sekali ayat Al-Qur’an mengingatkan
akan pentingnya menjaga iman dan mengerjakan amal saleh, karena dua hal inilah yang seharusnya menjadi
identitas jika tidak ingin dikembalikan pada derajat yang rendah.
Hidup kita selalu berjalan beriringan dengan
waktu, tetai seringkali kita melupakan arti pentingnya waktu dalam hidup kita.
Padahal kita tidak pernah lepas sedikitpun dari waktu. Kita seringkali
dikalahkan oleh waktu. Kita mungkin sering mempergunakan waktu untuk hal-hal
yang tidak berguna. Kita juga sering lamban dalam memanfaatkan waktu den menyebabkan
kita menelan banyak kerugian. Hal-hal semacam ini patut kita renungkan. Allah
SWT berfirman :
ﻭﺍﻠﻌﺻﺮ ۞ ﺍﻦ ﺍﻻ ﻧﺴﺎﻦ ﻠﻔﯽﺧﺴﺮ۞ ﺍﻻ ﺍﻠﺫﻴﻦ ﺍﻣﻨﻮﺍ ﻮﻋﻣﻠﻮﺍ ﺍﻠﺼﻠﺤﺖ
ﻮﺘﻮﺍ ﺼﻮﺍ ﺒﺎﻠﺤﻖۙ ﻭﺘﻮﺍﺼﻮﺍﺒﺎﻠﺼﺒﺮ۞
Artinya :
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar
berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal
sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati
supaya menetapi kesabaran (QS. Al-‘ashr : 1-3)
Teman-teman yang saya cintai…
Beberapa yang hal yang telah saya sampaikan tadi,
adalah sedikit pengenalan mengenai posisi dan derajat kita sebagai manusia,
serta arti pentingnya waktu dalam hidup kita. Lalu, bagaimana dengan korupsi
itu sendiri??
Setiap orang berasal dari kalangan manapun dan
apapun agama yang ia anut, rasanya mustahil membenarkan tindak korupsi. Korupsi
datang dari tradisi kebudayaan dimana materi dan uang ditempatkan sebagai
tujuan hidup. Pandangan seperti ini bertolak belakang dengan apa yang diajarkan
islam, yaitu kesinambungan antara kehidupan di dunia dan di akhirat, sehingga
materi dan uang bukanlah merupakan tujuan hidup, tetapi hanya sarana kehidupan
yang harus dijalankan di atas
nilai-nilai ibadah kepada Allah SWT, termasuk di dalam menciptakan kemaslahatan
umat manusia.
Korupsi berarti mengambil hak oranglain, baik
secara indiviidual maupun institusional. Jelaslah bahwa korupsi dapat merugikan
kepentingan pihak lain. Ini merupakan pengertian korupsi yang berkaitan dengan
harta yang secara hukum bisa digolongkan pada tindakan pencurian. Ahmad Ibn
al-Husain dalam karyanya Fathul-Qaribu Al-Mujib menyebutkan bahwa korupsi
adalah tindakan mengambil harta oranglain secara tersembunyi (tanpa
sepengetahuan pemiliknya) dan sifatnya merugikan dan menzalimi pemiliknya.
Korupsi merupakan tindakan yang berakar dari
mentalitas korup. Mentalitas ini tidak sengaja mengakibatkan korupsi terhaddap
hata atau uang, tetapi juga waktu, kesempatan, atau mungkin hal-hal lainnya
yang bersifat non-materi. Korupsi waktu ditandai dengan tidak ditunaikannya
kewajiban, baik kewajiban terhadap sesama manusia, maupun kewajiban yang
berkait hubungannya dengan Tuhan. Dalam kasus hubungan kerja, orang yang
seharusnya bekerja seharian penuh, tetapi dengan tanpa hak meninggalkan
kewajiban dengan pulang setengah hari, adalah tindakan yeng termasuk kategori
korupsi waktu, karena waktu yang ditinggalkannya tetap dibayar dengan gaji yang
didapatkannya secara pasti. Praktek-praktek korupsi waktu bisa terjadi
dimana-mana.
Sedangkan dalam hubungannya dengan Allah, korupsi
waktu berarti tidak memanfaatkan umur yang diberikan Allah untuk mengerjakan
perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang oleh-Nya. Mempergunakan
umurr dan tidak mengisinya dengan keimanan dan amal saleh berarti
menyia-nyiakan amanah yang telah diberikan oleh Allah SWT. Ini merupakan
korupsi waktu yang sangat dikecam oleh Allah SWT.
Ibu guru yang saya hormati!
Korupsi merupakan tindak kejahatan. Dalam
pandangan islam, bentuk-bentuk kejahatan (kriminalitas) di bagi ke dalam 2
kategori. Pertama kejahatan yang hanya berhubungan dengan Allah. Kedua,
Kejahatan yang disamping berhubungan dengan Allah SWT, juga berkaitan dengan
hak sesama manusia, seperti perbuatan mencuri atau korupsi. Oleh sebab itu,
orang yang menyesali tindakan kejahatan yang dilakukannya juga terbagi menjadi
2. Mereka yang melakukan kejahatan bentuk pertama tadi, yang hanya berhubungan
dengan Allah SWT, maka mereka bisa langsung bertaubat kepada Allah. Akan
tetapi, mereka yang melakukan tindakan kejahatan yang kedua yang terkait dengan
Allah dan hak kemanusiaan, maka tidak akan diterima taubatnya sebelum hak
kemanusiaan itu diselesaikan.
Misalnya saja, orang yang berhutang tidak bisa
bertaubat hanya dengan beristighfar kepada Allah tanpa menyelesaikan hutangnya
terlebih dahulu atau di ikhlaskan oleh orang yang memberi hutang. Begitu juga
mencuri, korupsi, dan lain sebagainya yang sifatnya mengambil hak orang lain,
tidak bisa ditutupi hanya dengan ibadah yang rajin, kedermawanan, atau pemberian
santunan, tetapi yang lebih penting lahi adalah menyelesaikan hak-hak yang
diambil itu agar bisa diberikan kepada yang semestinya menerima.
Teman-teman yang saya sayangi !
Marilah kita koreksi diri kita masing-masing. Jika
kita tidak merasa melakukan korupsi harta, sudahkah kita meninggalkan korupsi
waktu? Kesadaran untuk tidak melakukan korupsi waktu amatah penting. Bukan
hanya dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk menjalankan seluruh
perintah-Nya, dan sekaligus menjauhi larangan-Nya.
Mungkin, hanya ini yang dapat saya sampaikan, jika
terdapat kesalahan, maka saya mohon maaf. Semoga apa yang saya sampaikan bisa
bermanfaat untuk kita semua yang hadir hari ini.
Akhir kata saya ucapkan :
ﺑﺎﺮﻙﷲ ﻠﻲﻭﻟﻜﻡ
ﻓﯽﺍﻠﻘﺮﺍﻥﺍﻠﻌﻈﻴﻢ
ﻮﺍﻠﺴﻼﻢ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔ ﷲ ﻮﺑﺮﻛﺎﺗﻪ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar