SELAMAT DATANG.....

Selamat datang buat para pengunjung yang mampir di dalam blog ini.. Jangan lupa isi polling untuk mem'vote tujuan Anda... :-)

Apa tujuan Anda mampir kemari ?

Sabtu, 05 Mei 2012

PEMERINTAHAN YANG BEBAS KKN


Team Syarhil Kabupaten Lingga

ﺍﻠﺴﻼﻢ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻭﺭﺤﻤﺔ ﺍﷲ ﻭﺑﺭﻜﺎ ﺘﻪ


Saudara-saudara kaum muslimin rahimakumullah !
Berbagai macam persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini, silih berganti dan salah satu permasalahan yang seakan-akan sudah berurat berakar adalah Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Bahkan negara kita termasuk salah satu Negara yang menduduki posisi atas dalam hal korupsi. Mengapa hal ini bisa terjadi? Semua itu bersumber dari krisis, yaitu krisis keimanan dan krisis keislaman. Kalau bekerja bukan dengan akal yang sehat, melainkan sudah dikuasai oleh hawa nafsu, maka timbulah berbagai penyelewengan di dalam bekerja, yang melahirkan istilah-istilah Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Sesungguhnya negeri kita ini pantas menjadi negeri yang ﺒﻟﺪﺓ ﻄﻴﺑﺔ ﻭﺭﺏﻏﻔﻭﺭ . Kenapa ? Karena negeri kita berada tepat di tengah garis khatulistiwa, negeri kita kaya akan keyakinan alam, negeri kita luas baik daratan maupun lautan. Di negeri ini pula mayoritas manusianya beragama islam. Seharussnya sebagaimana janji Allah dalam Q.S Al-a’raf : 96 yang berbunyi :

ﻭﻟﻭﺍﻦ ﺍﻫﻞ ﺍﻠﻘﺭﯼ ﺍﻤﻨﻭﺍ ﻭﺍﺘﻘﻭﺍﻟﻔﺘﺤﻨﺎﻋﻟﻴﻬﻢ ﺑﺮﻜﺖ ﻣﻦﺍﻟﺴﻣﺎﺀ ﻮﺍﻻﺮﺾ

Artinya :
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.”

Tapi, kenapa kita tidak mendapat berkah? Kenapa banyak musibah ? Kenapa kita tidak menjadi suatu negeri yang ﺒﻟﺪﺓ ﻄﻴﺑﺔ ﻭﺭﺏﻏﻔﻭﺭ ??
Karena dalam sambungan ayat tersebut berbunyi :

ﻮﻟﻛﻦ ﻛﺬﺑﻮﺍ ﻓﺎﺨﺬ ﻨﻬﻢ ﺑﻣﺎ ﻜﺎﻨﻮﺍ ﻴﻛﺴﺑﻮﻦ

Artinya :
“ Tapi ternyata mereka mendustakan ayat-ayat kami, maka kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”

Banyak yang imannya bohong ! Banyak yang taqwanya palsu !
Masa’ orang beriman korupsi? Masa’ orang beriman mencuri?? Kan nggak benar itu namanya !
Saking sudah berurat berakarnya penyakit ini, kadang-kadang panitia qurbanpun merangkap maling.

“Pengumuman : KEPALA buat panitia, KAKI buat panitia, TULANG buat panitia, KULIT buat panitia,  BUNTUT buat panitia !” Apa tak sekalian TAI’nya pun buat panitia !

Kita kadang-kadang bingung, yang rakus yang mana? Panitianya atau kambingnya? Kok sama??
Lebih baik jadi rakyat rendah tapi moralnya tinggi, daripada pejabat tinggi tapi moralnya rendah. Nilai moral inilah yang menjadi barometer di masyarakat, masyarakat itu mempunyai hukum yang tidak tertulis tapi lebih kuat dan lebih kejam dari hukum tertulis yang sering kita lupakan.

Bahwa kehancuran suatu bangsa di dunia ini selalu diawali oleh kehancuran moral bangsa itu sendiri. Kita lihat sejarah islam yang pernah mencapai kejayaan di Andalusia Spanyol, hancur berantakan akibat daripada hancurnya moral penguasa pada masa itu. Apakah yang demikian itu akan terjadi pada bangsa ini? Kalau kita tidak segera berbenah, tidak mustahil nilai-nilai islam akan hilang dari bumi pertiwi. Na’uzubillahi min zalik.

Hadirin kaum muslimin rahimakumullah !
Inilah realitas yang terjadi di bumi pertiwi ini, dimana para penguasa baik di bidang pemerintahan, pendidikan, maupun di bidang agama sekalipun. Mereka sudah tidak segan-segan untuk berbuat demikian. Ini dapat kita saksikan dengan berbagai berita dari seluruh pelosok nusantara yang hampir setiap harinya memperlihatkan perbuatan-perbuatan penyelewengan. Yang dahulunya bersumpah dengan menjunjung tinggi kitab suci Al-Qur’an demi memangku jabatannya. Akan tetapi, perbuatan-perbuatan yang seharusnya tidak diperbuat malah dilakukan.  Padahal Allah SWT sudah memperingatkan kepada kita, tepatnya dalam Q.S Al-Baqarah : 188, yang berbunyi :

ﻮﻻ ﺘﺄ ﻛﻠﻮﺍ ﺍﻣﻮﺍ ﻠﻜﻢ ﺑﻴﻨﻛﻢ ﺑﺎﻠﺑﺎﻄﻞ ﻭﺘﺪﻠﻭﺍ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﯽ ﺍﻠﺤﻛﺎﻢ ﻟﺘﺄﻜﻠﻮﺍ ﻓﺮﻴﻘﺎ

ﻣﻥ ﺍﻣﻮﺍ ﻝ ﻠﻧﺎﺲ ﺒﺎ ﻻ ﺜﻢ ﻮﺍﻧﺘﻢ ﺘﻌﻠﻣﻮﻦ

Artinya :
“Dan janganlah kamu makan harta diantara kamu dengan jalan yang bathil. Dan jangnlah kamu menyuap dengan harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta oranglain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.”

Saudara-saudara kaum muslimin rahimakumullah !
Bagaimana bangsa ini akan makmur dan sejahtera kalau keadaannya seperti ini?
Akhirnya yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin melarat. Memang tidak bisa kita pungkiri bahwa sifat manusia itu tidak pernah puas terhadap apa yang telah Allah anugerahkan kepadanya. Sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadisnya yang berbunyi :

ﻠﻮﻜﺎﻦ ﻻﺒﻦ ﺍﺪﻢ ﻮ ﺍﺪﻴﺎﻦ ﻻ ﺑﺗﻐﯽ ﻮﺍ ﺪﻴﺎ ﺜﺎﻠﺜﺎ ﻮﻻ ﻴﻤﻸﺠﻮﻑ ﺍﺑﻥ ﺍﺪﻡ ﺍﻻ

ﺍﻠﺘﺮﺍﺐ ﻮ ﻴﺘﻮﺐ ﺍﷲ ﻋﻠﯽ ﻤﻥ ﺘﺍﺐ . ﺭﻭﺍﻩﺍﻠﺒﻧﺎﺭﻋﻭﻤﺴﻠﻢ

Artinya :
“Kalau anak adam sudah mempunyai harta sebanyak dua lembah, niscaya dia masih mencari lembah yang ketiga. Dan tidak ada yang bisa memenuhi rongga anak adam kecuali maut. Dan Allah menerima taubat bagi siapa yang mau bertaubat.”

Tidak pernah puas terhadap apa yang telah dianugerrahkan Allah kepadanya !
Sudah dikasih satu mau dua, sudah dua mau tiga, mau empat. Kalau nafas sudah ditenggorokan, ajal di depan mata, barulah ia sadar, akan tetapi itu tiada gunanya lagi. Kadang-kadang kita lupa kalau semua itu titipan Allah yang suatu saat nanti pasti akan dikembalikan kepada Allah.
Kepercayaan itu adalah amanat, menyia-nyiakan amanat adalah khianat, dan berkhianat adalah dosa besar.

Sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S Al-Anfal : 27, yang berbunyi :

ﻴﺎ ﻴﻬﺎ ﺍﻠﺬﻴﻥ ﺍﻤﻨﻮﺍ ﻻﺘﺨﻮﻧﻮﺍ ﷲ ﻮﺍﻠﺮﺴﻮﻞ ﻮﺘﺨﻮﻧﻮﺍ ﺍﻤﻨﺘﻜﻢ ﻮﺍﻨﺘﻢﺘﻌﻠﻤﻮﻦ



Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul, dan janganlah kamu mengkhianati amanat yang telah dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”

Inilah yang harus kita tanamkan dalam diri kita. Jangan sampai kita berkhianat terhadap jabatan dan kepercayaan yang diberikan kepada kita.

Saudara-saudara kaum muslimin Rahimakumullah !

Mari kita melihat kembali sejarah pada masa Khalifah Umar !
Ketika beliau sedang membahas masalah negara, ia menggunakan lampu milik negara. Tiba-tiba datanglah seseorang kepada beliau. Beliau bertanya “Urusan apa saudara kemari? Urusan negara atau urusan pribadi?” Urusan pribadi jawab orang tersebut.

Maka khalifah pun mematikan lampu. Tamu tersebut kaget bertanya kepada sang Khalifah, “Yaa khalifah, kenapa lampu itu dimatikan?” Beliau menjawab, “Tadi kamu bilang untuk urusan pribadi. Ini lampu adalah fasilitas negara. Kamu mau ngobrolnya pakai lampu, bawa saja sendiri dari rumah.”
Para sahabat sangat berhati-hati dalam menggunakan fasilitas negara, bahkan sangat selektif dalam memilah mana kepentingan pribadi dan mana kepentingan negara. Sampai hal-hal yang sangat kecilpun mereka perhitungkan. Kalau kita bandingkan dengan keadaan kita sekarang ini, sulit untuk mencari figur-figur pemimpin yang seperti itu. Padahal apapun, bagaimanapun, semua akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT. Rasulullah dalam sebuah hadisnya bersabda :

ﻜﻠﻜﻢ ﺮﺍﻉ ﻮﻜﻠﻜﻢ ﻤﺴﺌﻮﻝ ﻋﻦ ﺮﻋﻴﺘﻪ ﻓﺎﻻﻤﺎﻢ ﺮﺍﻉ ﻮﻫﻭﻤﺴﺋﻭﻞ ﻋﻦ ﺮﻋﻴﺘﻪ

ﺮﻭﺍﻩﺍﺤﺪﻭﺍﻠﺑﻧﺮﯼﻭﻤﺴﻠﻡﻭﺍﺑﻭﺩﺍﺩﻭﻭﺍﺘﺮﻤﻴﻧﯼﻋﻦﺍﺑﻦﻋﻤﺮ 

Artinya :
“Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap atas kepemimpinan kamu akan diminta pertanggungjawaban. Seorang imam adalah pemimpin bagi ma’mumnya dan akan diminta pertanggungjawabannya.”

Setiap kita adalah pemimpin ! Minimal pemimpin atas diri kita sendiri yang akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT sesuai dengan apa yang telah kita lakukan. Jadi, apabila kita melanggar amanah yang telah diberikan kepada kita seperti melalaikan kepemimpinan dalam melaksanakan tugas negara, baik itu korupsi uang, waktu, tenaga, berkolusi melakukan praktek nepotisme maka akan diperhitungkan Allah di akhirat nanti. Dimana kita tidak bisa lagi menyewa pengacara, menyuap para hakim dan aparatnya. Karena yang akan menghakimi kita adalah Allah SWT yang Maha Adil. Yang akan menjadi saksi atas perbuatan kita adalah seluruh anggota tubuh kita.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. Yasin : 65 , yang berbunyi :

ﺍﻠﻴﻭﻡ ﻧﺨﺘﻢ ﻋﻠﯽ ﺍﻓﻭﺍ ﻫﻬﻢ ﻭﺗﻜﻠﻤﻨﺎ ﺍﻴﺪﻴﻬﻢ ﻭﺗﺸﻬﺪ ﺍﺮﺠﻠﻬﻢ ﺒﻤﺎﻜﺎﻨﻭﺍﻴﻜﺴﺒﻭﻦ

Artinya :
“Pada hari ini kami tutup mulut mereka, tangan mereka akan berkata kepada kami dan kaki mereka akan member kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”


Saudara-saudara kaum muslimin rahimakumullah!
Ada dua hal yang sangat penting yang harus kita perhatikan agar pemerintahan yang bersih dan bebas KKN dapat terwujud.
Yang pertama, kualitas iman kita kepada Allah. Kita beriman kepada Allah tetapi hanya dilisan saja. Kita percaya akan hari kiamat, hari pembalasan dan itupun hanya dilisan saja. Kenapa? Sudah terlalu banyak kita memakan makanan yang haram, sehingga energi yang ditimbulkan adalah energi yang haram. Apabila demikian, maka kita selalu berfikiran untuk melakukan perbuatan yang haram-haram. Disaat itulah keimanan kita kepada Allah akan semakin memudar dan bahkan hilang sama sekali.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Mutafakkun ‘Alaih :

ﻻ ﻴﺰﻨﻲ ﺰﺍﻦ ﺤﻴﻦ ﻴﺰﻨﻰ ﻭﻫﻭﻤﺆﻤﻦ . ﻻﻴﺸﺭﻚ ﺸﺎﺭﻚﺤﻴﻦ ﻴﺸﺭﻚ ﻭﻫﻭﻤﺆﻤﻦ . ﻻﻴﺸﺭﺐ ﺍﻠﺨﻤﺭﺤﻴﻦ ﻴﺸﺭﺒﻬﺎ ﻭﻫﻭﻤﺆﻤﻦ .

Artinya :
“Tidak akan berzinah seorang penzinah kalau saat ia mau berzina ia punya iman, tidak akan berbuat syirik seorang musyrik kalau ia beriman, tidak akan mabuk seorang pemabuk kalau ia beriman.”

Jadi, saudara-saudara !
Tidak akan berzina, tidak akan berbuat syirik, mabuk, mencuri, korupsi sekalipun ! Kalau saat ingin melakukannya kita punya iman. Jika seandainya kita betul-betul beriman kepada Allah niscaya Allah akan melimpahkan berkahnya dari langit dan bumi.

Yang kedua saudara-saudara !
Kita tidak memeluk islam dengan sepenuh hati. Islam kita hanya KTP saja. Ah, yang pentingkan islam. Memang, akan tetapi tata cara kehidupannya jauh dari tuntunan islam. Islam hanya KTP, kamuflase. Kalau islamnya benar koq korupsi? Kok mencuri? Kok menipu? Apakah itu ajaran islam yang dibawa oleh baginda Rasul? Saya kira tidak.

Nah saudara-saudara kaum muslimin Rahimakumullah !
Mari kita reboisasi kembali iman kita, kita pahami betul keislaman kita. Tanamkan dalam diri kita sehingga mengkrisal ia di dalam fikiran, sampai meresap ia ke tulang sum-sum kita. Sehingga kita menjadi orang beriman dalam artian iman yang sebenarnya dan islam dengan keislaman lahir maupun batin. Sehingga apabila kita menjadi pejabat, kita akan menjadi pejabat yang beriman dan berakhlak mulia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar